Memperbaiki Adaptor Laptop Universal

Aku ada beberapa laptop lama yang adaptornya hilang entah kemana, kemudian saat itu memutuskan untuk membeli  adaptor laptop universal, agar bisa dipakai kemana-mana, Maksudnya satu adaptor bisa dipakai ke semua merek, 
Tinggal mengganti dan menyesuaikan colokan listrik yang ke laptopnya kemudian menyesuaikan tegangan outputnya (ada selektor switch untuk memilih tergangan listrik output DC).

Tentu saja ketahanan adaptor ini tidak sebagus adaptor bawaan laptop yang orisinil. karena harga adaptor universal ini jauh lebih murah, jadi aku maklumi ketika baru setahun pemakaian adaptor  ini sudah rusak, karena pemakaiannya sering dan juga harus melayani laptop dengan tegangan yang berbeda-beda.

Sebelum diputuskan untuk dibuang, aku coba untuk membuka casingnya barangkali kerusakannya ringan dan bisa diperbaiki sendiri. Dan ternyata benar, kerusakannya langsung ketemu yaitu ada solderan di salah satu IC Power yang rapuh/pecah. Hal ini biasa terjadi pada pada circuit board dengan tegangan atau arus tinggi, atau karena panas berlebih.

Perbaikannya hanya dengan menyolder ulang/menimpa solderan yang pecah tadi, tentunya dengan menggunakan alat solder dan timahnya.

Barangkali teman-teman ada kesamaan kasus dengan adaptor laptop universalnya,  jangan dulu dibuang!, siapa tahu disebabkan oleh hal yang sama seperti dengan yang aku alami, karena perbaikannya sangat mudah.

Lengkapnya yang aku lakukan :

 Lepaskan/copot kabel power input (kabel colokan ke listrik).
 Buka skrup pengunci casing menggunakan obeng

Letak sekrup untuk membuka casing

 Buka casing penutup dengan cara mencongkelnya, dapat menggunakan obeng minus yang berukuran agak besar.

Yang ditunjukkan oleh tanda panah adalah solderan yang pecah pada kaki IC powernya.
tidak terlalu kelihatan, tapi kalau dizoom sangat jelas sekali 


Foto di camera hanya sebagian yang bisa dibuka

Aku pernah membeli memory Micro SD 32GB secara online sudah agak lama, waktu awal-awal  ada class 10, Senang rasanya kebeli yang class 10 saat itu, kemudian dipasang di smartphone dengan tujuan utama untuk memory foto karena saat itu ingin mendokumentasikan sesuatu tanpa ingin ribet, cukup dengan membawa smartphone (menggunakan camera smartphone).

Ketika melihat hasil foto, ternyata hanya seperempat foto-foto yang bisa dibuka yaitu yang awal-awal  saja, yang kesininya (foto yang lebih baru)  tidak bisa dibuka. Saat itu berpikir mungkin karena salah format memory karena proses format tidak dilakukan di smartphonenya.

Kemudian Micro SD diformat ulang langsung di Smartphonenya, Begitu yakin kejadian pertama tidak akan terulang lagi. 
Tapi ternyata kejadiannya terulang, foto-foto tidak dapat dibuka lagi seperti pada kejadian pertama, setelah kapasitas memory terisi seperempatnya, sekitar 8 GB, tentu sangat merasa kecewa karena foto-foto penting ternyata tidak tersimpan. 

Setelah kejadian yang kedua kalinya, barulah micro SD dicek menggunakan tool  (H2testw), hasilnya performa jelek, transfer rate read and writenya sangat kecil, kemudian banyak sectors yang error. Pantas saja Error, foto-foto tidak dapat dibuka karena ternyata Micro SDnya rusak.